Sabtu, 09 Oktober 2010

Harga Emas dan Perak Cetak Rekor

Senin, 27 September 2010
Pasar Komoditas
LONDON – Harga emas melesat naik di atas 1.300 dollar AS per ons untuk pertama kalinya dan perak mencapai nilai tertinggi dalam 30 tahun.

Hal itu disebabkan pedagang keluar dari mata uang AS untuk mencari investasi yang aman atau safe-haven di tengah kekhawatiran tentang pemulihan ekonomi adidaya itu yang dinilai masih rapuh. Emas dan perak rally karena permintaan investasi mendorong harga logam mulia lebih tinggi.

Emas mencapai sebuah rekor tertinggi 1.300,07 dollar AS per ons di London Bullion Market. Kondisi ini cukup mendongkrak harga perak naik menjadi 21,44 dollar AS per ons. Harga perak ini merupakan tingkat tertinggi sejak Oktober 1980.

“Kecenderungan yang mendasari bullish di pasar emas terus didorong oleh tingginya tingkat ketidakpastian mengenai ekonomi AS dan Eropa,” kata analis SEB Commodity Research, Filip Petersson, akhir pekan.

Selama ketidakpastian prospek ekonomi dalam jangka panjang tidak terlihat menurun, tutur Patersson, harga emas akan tetap didukung dengan baik sebagai mata uang pilihan untuk penghindaran risiko investor.

Dia menambahkan bahwa emas akan tetap bullish. “Kami perkirakan harga di atas 1.350 dollar AS per ons sebelum akhir tahun ini,” ujarnya.

Kenaikan harga emas dan perak juga didorong oleh permintaan yang tajam dari exchange traded funds (ETF) atau reksa dana indeks.

ETF memungkinkan pedagang menginvestasikan uang lebih mudah dalam komoditas tanpa perdagangan di pasar berjangka.

Emas dan perak diperdagangkan seperti saham, dan secara luas dianggap sebagai cara investasi yang murah dan rendah risiko.

“Sekarang kami memperkirakan harga emas tetap tinggi untuk beberapa tahun lagi,” tutur Julian Jessop, kepala ekonom internasional pada konsultan Capital Economics. Menurutnya, ketakutan infl asi atau keruntuhan dollar AS, yang mendukung beberapa perkiraan paling bullish untuk emas, tetap berlebihan.

Meskipun demikian, katanya, harga harus terus didukung oleh permintaan yang kuat untuk sebuah safe haven dari potensi guncangan ekonomi dan keuangan yang lain.

Lebih Murah Kenaikan harga emas juga terjadi akibat melemahnya mata uang dollar AS, yang membuat logam yang dihargakan dalam mata uang tersebut lebih murah utuk pembeli yang menggunakan mata uang kuat dan cenderung merangsang permintaan dan harga.

Mata uang tunggal Eropa, euro, naik terhadap dollar AS pada Jumat (24/9) pekan lalu setelah kejutan kenaikan dalam kepercayaan bisnis Jerman.

Sementara nilai tukar dollar AS kian lemah setelah Federal Reserve AS mengisyaratkan pengeluaran stimulus lebih banyak jika pemulihan ekonomi AS terus mendingin. Harga emas dan perak telah meningkat sekitar 30 persen dibanding tahun lalu.

Pada Jumat malam di London Bullion Market, emas rally ke 1.297,00 dollar AS per ons dari 1.274,00 dollar AS sepekan sebelumnya.

Perak maju ke posisi 21,35 dollar per ons dari 20,85 dollar AS. Di London Platinum and Palladium Market, platinum melompat ke 1.645 dollar AS per ons dari 1.618 dollar AS. Palladium naik menjadi 562 dollar AS per ons dari 547 dollar AS.

dari : http://www.koran-jakarta.com/

Catatan : 1 ons / ounce = 28,35 gram.
Jadi harga perak murni/ bahan baku perak saat ini ada dikisaran harga
Rp 6700,- sampai Rp 6800,- per gram
Dan harga emas murni di kisaran Rp 400 rb sampai 408 rb per gramnya

Tidak ada komentar: